berita

Bagaimana kita menghadapi ciri khas jalanan Shanghai yang dulu menemani kita saat kita besar nanti, namun kini berangsur-angsur hilang?

2024-08-08

한어Русский языкEnglishFrançaisIndonesianSanskrit日本語DeutschPortuguêsΕλληνικάespañolItalianoSuomalainenLatina

Jalanan khas Shanghai yang dulu menemani kita saat kita besar nanti kini berangsur-angsur hilang.

Sebagai penduduk asli Shanghai, saya mempunyai perasaan mendalam terhadap kota ini. Namun dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan perkembangan dan apa yang disebut "renovasi" kota, beberapa landmark dan ciri khas jalan dalam ingatan kita berangsur-angsur menghilang, yang membuat saya merasa sangat sedih dan menyesal.

Dulu, saat saya berjalan di Jalan Sichuan Utara, sangat ramai dan penuh dengan kembang api, yang merupakan simbol kemakmuran Shanghai. Hiruk pikuk Jalan Tengah Fangbang, aroma buku di Jalan Fuzhou, makanan di Jalan Yunnan, jajanan di Jalan Wujiang, fashion di Jalan Xiangyang, dan keanggunan Jalan Jinling semuanya menjadi kenangan masa muda generasi kita. Namun tempat-tempat tersebut sudah tidak ada lagi, digantikan oleh gedung-gedung tinggi dan kawasan bisnis modern. Perubahan ini membuat saya bertanya-tanya: Apakah ini kemajuan atau kerugian?

Beberapa orang mengatakan bahwa pembangunan perkotaan tidak bisa dihindari. Jika hal lama tidak hilang, maka hal baru tidak akan datang. Tapi menurut saya ini bukan sekedar pergantian yang lama dan yang baru, tapi juga pecahnya budaya dan ingatan. Setiap jalan yang khas membawa sejarah dan budaya Shanghai dan merupakan rezeki emosional masyarakat Shanghai. Hilangnya mereka ibarat potongan puzzle yang tercabut dari hati kita, membuat kota kita tak utuh lagi.