informasi kontak saya
Surat[email protected]
2024-08-08
한어Русский языкEnglishFrançaisIndonesianSanskrit日本語DeutschPortuguêsΕλληνικάespañolItalianoSuomalainenLatina
"Lagu teratai biru, tersangkut di Route 318!" Ini bukan hanya lelucon populer di Internet, tetapi juga gambaran nyata dari kerinduan dan kecintaan tak terbatas para penggemar self-driving terhadap National Route 318. Kemacetan yang disebabkan oleh banjir bandang dan tanah longsor beberapa hari yang lalu sungguh mengerikan, dan banyak turis yang terbunuh. Jadi apakah masih boleh memasuki Tibet dari tahun 318? Atau apa yang harus kita perhatikan secara khusus?
Pada dini hari tanggal 3 Agustus, banjir bandang dan tanah longsor yang tiba-tiba terjadi di Desa Ridi, Kota Guza, Kota Kangding, Prefektur Ganzi, menyebabkan runtuhnya jembatan antara terowongan Jalan Tol Yakang yang merupakan dua jalur utama Jalan Raya Nasional 318 dan Jalan Tol Yakang. Hingga pukul 10.00 tanggal 6, bencana tersebut telah menewaskan 12 orang dan menyebabkan 15 orang hilang. Diantaranya, 4 kendaraan dengan total 11 orang terjatuh di bawah jembatan (satu orang berhasil diselamatkan, 3 orang tewas, dan 7 orang hilang). 9 orang di Desa Ridi tewas dan 8 orang hilang.
Untungnya, setelah bekerja keras siang dan malam, ruas jalan ini pada dasarnya sudah memenuhi kondisi lalu lintas setempat. Namun, pengaturan lalu lintas sementara pasti tidak akan senyaman lalu lintas normal, dan kemungkinan besar terjadi kemacetan lalu lintas mengambil arah Ya'an dan melewati Jalan Raya Nasional 318. Teman-teman yang ingin ke Tibet sebaiknya berpikir matang-matang.